PEKERJAAN PEMASANGAN POWER TRANSFORMER.

13.6.1 Umum
Power Transformer yang digunakan di PLTU Kendari # 3, terdiri dari:

1. Generator Transformer yang berfungsi menaikkan Tegangan Generator dari Tegangan menengah 6,3 kV menjadi Tegangan 70 kV yang selanjutnya diteruskan ke System Transmisi (System Kendari # 3) melalui cable-duct/ cable-trench ke switchyard 70 kV, lokasi penempatannya di halaman depan power building, dimana setiap unit pembangkit masing-masing memiliki 1 (satu) unit Generator Transformer.

PEKERJAAN BUILDING LIGHTING DAN STREET LIGHTING

13.10.1 Umum.

Penerangan didalam segala aktivitas sangat diperlukan, terlebih lagi didalam kegiatan pengoperasian Pusat Pembangkit, namun demikian bukan hanya penerangan saja yang dibutuhkan tetapi juga kualitas penerangan itu juga harus sesuai dengan kebutuhan, dalam hal ini kualitas penerangan diwakili oleh yang disebut Kuat Penerangan (E=Lux).

PEKERJAAN SECURITY MONITORING SYSTEM DAN TELECOMUNICATION SYSTEM

13.13.1. Umum

Telekomunikasi secara makna berarti berkomunikasi dengan jarak jauh, dimana semula komunikasi itu hanya diberlakukan untuk komunikasi suara (Audio) namun dalam era modern (Global) saat ini fungsinya telah menjadi luas, bukan hanya komunikasi suara saja teapi telah berkembang menjadi komunikasi Gambar, Signal, Control, Proteksi, Perintah (Axecution), dll.

PEKERJAAN GROUNDING SYSTEM, GROUNDING PERALATAN DAN LIGHTNING SYSTEM.

13.11.1 Umum.

Ketiga jenis pekerjaan diatas sangat erat kaitannya dengan kondisi dan jenis tanah oleh karena itu baik buruknya hasil pekerjaan ini sangat ditentukan oleh tahanan jenis tanah (earth resistivity) setempat, yang mana bisa didapat dari hasil pengukuran geo-elektrik atau memperkirakan besarannya berdasarkan earth resistivity table dari standar yang dipublikasikan oleh IEEE.

PEKERJAAN CATHODIC PROTECTION SYSTEM

13.12.1 Umum.

Permasalahan umum yang terjadi dalam pekerjaan konstruksi adalah terjadinya karat pada material konstruksi, dimana hal ini akan mengakibatkan berkurangnya umur konstruksi atau dengan kata lain umur konstruksi tidak sesuai dengan yang diharapkan, terlebih lagi pengaruh lingkungan sangat dominant terhadap material konstruksi tersebut, terlebih lagi lokasi proyek yang dibangun berada dikawasan pantai seperti pembangunan PLTU di Kendari # 3 ini.

SUPERVISI PEKERJAAN BOILER LEAKAGE TEST

12.4.15.1. Tujuan
Prosedur ini digunakan untuk memberikan rekomendasi tentang metoda pengetesan kebocoran pada boiler system khususnya pada daerah furnace dan ducting. Metoda yang lazim dan yang akan digunakan pada Leakage Test ini adalah dengan metode Bubble Test dengan material yang mengandung Detergant (sabun).

PEKERJAAN GENERATOR CIRCUIT BREAKER DAN SWITCHGEAR

13.5.1. Generator Circuit Breaker

Generator Circuit Breaker berfungsi sebagai peralatan Synchronize dan lokasinya berada dibawah pondasi Generator dan ditempatkan didalam MV-GCB, dimana peralatan Bantu utama diantaranya Current Transformer (CT), Potensial Transformer (PT/CVT), Netral Grounding Resistance, Lihgtning Arrester, dimana fungsi CT dan PT disini selain difungsikan sebagai metering (untuk mengetahui Daya dan Enerji keluaran dari Generator) dan proteksi (sensor pengaman Generator & Transformator System) juga dimanfatkan pula sebagai sensor untuk pengaturan tegangan Keluaran Generator (Voltage Regulation) setelah diteruskan ke system excitasi

PEKERJAAN PEMASANGAN GENERATOR & PERLENGKAPANNYA .

13.4.1 Umum

Scope atau lingkup pekerjaan pemasangan Generator diantaranya terdiri dari pekerjaan pengangkutan dari pabrik (manufacture) sampai dengan Lokasi/ Gudang proyek, selanjutnya pekerjaan perakitan pada pondasi (Rotor dan Stator), pemasangan alat bantu lainnya (Exitation System, Cooler System, Lube Oil System, Instrument/Control Equipment, Metering/Protection System, etc and Commissioning).

URAIAN POKOK SUPERVISI PEKERJAAN LISTRIK DAN INSTRUMENT

13.1 TUJUAN

Agar semua kegiatan konstruksi pekerjaan Listrik maupun pekerjaan Instrument dan Control dapat dilakukan dengan baik dengan mengacu/memenuhi pada standar yang berlaku, baik yang berkaitan dengan Standar dalam Negeri (Peraturan Umum Instalasi Listrik/ PUIL), SII, SPLN maupun yang berkaitan dengan Standar Internasional (IEC, IEEE, NEMA, ANSI, VDE/DIN, BS, NFC (French), JIS, JEC, dll), khususnya hal-hal yang berkaitan dengan petunjuk pengawasan pemasangan, langkah kerja/prosedur kerja setiap aktivitas maupun sub-sub aktivitas, termasuk pula didalamnya metode pengujian/pengetesan yang harus dilakukan, sehingga akhirnya dapat dihasilkan kesuksesan pembangunan Project terkait (dalam hal ini Pembangunan PLTU # 3 (1 x 10 MW) dengan tepat waktu (Time), tepat biaya (Cost) dan tepat kualitas (Quality), namun untuk tugas dan tanggung jawab dari proyek QA/QC lebih ditekankan mengenai Quality (Mutu).

SUPERVISI PEKERJAAN OVERHEAD TRAVELLING CRANE

12.7.1 Standar

Over head traveling crane di Pemasangan di dalam ruangan Turbin, pekerjaan ini meliputi pemasangan Structural, Mechanical Part Crane, double Girder, Trolley, Hoist and Bridge Travel Desain, Manufaktur dan Pengetesan alat ini di sesuaikan dengan kode dan standar dan spesifikasi di bawah ini :

SUPERVISI PEKERJAAN SISTEM PERPIPAAN (PIPING)

12.6.1. Standar

Prosedur ini menjelaskan prosedur fabrikasi dan instalasi, untuk pipa-pipa utama dan saluran pipa lain nya pada proyek PLTU Kendari # 3 yang di buat dan di Pemasangan oleh kontraktor. Pekerjaan fabrikasi dan instalasi akan dilakukan menurut persyaratan dibawah kode dan standar edisi terakhir dari dokumen yang terdaftar berikut ini :

SUPERVISI PEKERJAAN ROTATING EQUIPMENT PLTU

12.5.1. Standar

Prosedur rotating equipment ini meliputi instalasi,leveling, alignment untuk seluruh peralatan yang berputar (pompa, compresor dan auxiliary equipment) dan pekerjaan grouting. Peralatan yang berputar yang mempunyai kecepatan putar dan kecepatan hisap yang spesiifik harus di rekomendasikan dengan standar dan seluruh material itu di identifikasikan dengan nomor standars konstruksi.

PEKERJAAN DC SUPPLY, EMERGENCY POWER SUPPLY DAN EMERGENCY DIESEL GENERATOR.

13.9.1 Umum.

Direct Current (DC) Supply didalam peralatan ini sangat vital perannya didalam System Kelistrikan baik di System Transmisi terlebih lagi pada System Pembangkitan, karena DC supply diperlukan untuk peralatan-peralatan yang digunakan untuk mengoperasikan System Ptoteksi, System Control, System Scada, System Telekomunikasi, Motor-motor khusus, dll.

PEKERJAAN LOW VOLTAGE SWITCHGEAR

13.8.1 Umum

Low Voltage Switchgear secara umum dikenal sebagai panel pembagi atau panel distribusi yang berfungsi sebagai titik pendistribusian dan pertemuan dari berbagai kebutuhan pemakaian energi listrik, diantaranya untuk penerangan, untuk tenaga, dll, didalam hal ini sesuai dengan namanya, maka keluaran (out going) menggunakan sistem tegangan rendah, dimana untuk proyek ini menggunakan system 220/380 volt.

PEKERJAAN PEMASANGAN KABEL LISTRIK DAN INSTRUMENT

13.7.1. Umum

Kabel yang digunakan di PLTU # 3, terdiri dari:

1. Kabel Power Tegangan Menengah yang digunakan pada Proyek ini terdiri dari 2 (dua) system Tegangan yaitu :
· Tegangan 20 kV yang digunakan untuk menghubungkan antara Town Feeder Transformer (Lokasi di switchyard 70 kV) ke Incoming Switchgear 20 kV di lokasi Substation dan selanjutnya dari Switchgear ini dikeluarkan 2 (dua) Out Going Feeder ke System 20 kV Distribusi. (Pemasangan kabel power 20 kV bukan scope Proyek ini).

SUPERVISI MELAKUKAN PEKERJAAN HYDROSTATIC TEST

12.4.14.1. Tujuan

Prosedure ini meliputi detail dari pelaksanaan Hydrostatic Test yang mengacu pada ASME Section I, Edisi 2007 PG-99. Didalam prosedur ini akan dijelaskan mengenai metode tentang pelaksanaan Hydrostatic Test sebagai rangkaian test lanjutan pada tahap akhir konstruksi Boiler untuk mengetahui ada atau tidaknya kebocoran pada pressure part.

SUPERVISI PEKERJAAN BOILER

12.4.1. Tujuan

Prosedur ini disiapkan sebagai pedoman untuk menyusun urutan-urutan dalam melaksanakan pekerjaan erection boiler seperti pemasangan coal stoker, steam dan water drum, generating tube, Side Wall, riser dan superheater tube, dan lain-lain, serta test yang dilakukan.

SUPERVISI PEKERJAAN STEAM TURBINE

RUANG LINGKUP

Manual prosedur untuk pekerjaan supervisi mekanikal meliputi pekerjaan-pekerjaan antara lain sebagai berikut:

1. Steam Turbine.

2. Boiler.

3. Vessel and Tank.

4. Rotating Equipment

5. Perpipaan (Piping)

6. Static Equipment.

7. Crane and Hoist.

8. Coal Handling.

9. Ash Handling.

10. Fire Protection and Detection System

11. dan lain-lain

Disini dijelaskan beberapa contoh singkat isi prosedur mekanikal, sedangkan prosedur lengkapnya dibuat tersendiri sesuai kebutuhan.

Pengawasan Persiapan

- Penandaan center-line dan level pada pondasi

- Penandaan packer plate

- Pemeriksaan semua bagian/komponen turbin, seperti rotor, lower & upper casing, bearing, dan sebagainya

Pengawasan Pemasangan

- Pemasangan dan set packer plate / sim plate

- Pemasangan dan set base plate

- Pemasangan dan set lower casing turbine

- Pemasangan dan set rotor turbin, cek gap (clearence) antara diafragma/ seal labirin, dan poros turbin, juga gap bearing (journal dan thrust)

- Pemasangan dan set upper casing turbine

- Alignment dan pemeriksaan secara keseluruhan

- Pemasangan isolasi dan pekerjaan akhir (finishing)


PEMERIKSAAN DAN JAMINAN MUTU KONSULTAN SUPERVISI KONSTRUKSI

6.1 UMUM

Sistem dan peralatan yang diserahkan oleh Kontraktor perlu diperlakukan test untuk membuktikan bahwa komponen tersebut berfungsi secara memuaskan sebagaima disebutkan dalam code, standar dan kontrak. Semua jenis test ini dilakukan dengan prosedur yang sesuai. Test kinerja peralatan yang tidak termasuk code dan standar yang tercantum dalam kontrak perlu direview dan mendapat persetujuan PLN. KSK membantu PLN dalam mereview dan penyaksian/witness pemeriksaan dan test ini.

SCHEDULER DAN COST CONTROL KONSULTAN SUPERVISI KONSTRUKSI

5.1 PERENCANAAN DAN JADWAL PROYEK

Perencanaan proyek dan jadwal proyek disiapkan untuk menentukan kebijakan, proses, prosedur, tahapan kegiatan serta waktu kegiatan kontruksi, sehingga dapat sesuai dengan kontrak yang telah ditetapkan. Perencanaan dan jadwal proyek dapat direview secara periodik dan diupdate sesuai dengan kondisi di lapangan.

PROSEDUR KOMUNIKASI KONSULTAN SUPERVISI KONSTRUKSI

Prosedur komunikasi berkaitan dengan prosedur komunikasi atau hubungan surat menyurat antara konsultan, dengan PT. PLN, konsultan, dengan Kontraktor, Komunikasi dapat berupa surat biasa, telepon, fax, gambar, permohonan pemeriksaan, prosedur konstruksi, penyimpangan konstruksi maupun surat teguran.

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB KONSULTAN SUPERVISI KONSTRUKSI

(Konsultan Supervisi Konstruksi) KSK Project Manual QA/QC ini memuat ringkasan dari prosedur yang dipergunakan sebagai petunjuk umum untuk melaksanakan kegiatan dalam bidang organisasi, supervisi, komunikasi dan dokumentasi. Dokumen selanjutnya, seperti Project Quality Plan, Inspection and Test Plan, Procedure, Work Instruction, Format dan sebagainya merupakan perincian pelaksanaannya dibuat sesuai kebutuhan.

URAIAN TUGAS KONSULTAN SUPERVISI KONSTRUKSI

2.0. PROJECT DIRECTOR

Tugas dari Project Directur adalah Sebagai Berikut:

· Koordinator pekerjaan di lapangan dan HO (home office)

· Menghadiri rapat bulanan dengan GM Kit Sulmapa

· Memberikan masukan solusi konstruksi yang tidak bisa diselesaikan oleh Project Manager

ENVIRONMENTAL MANAGEMENT PLAN CONSULTANT SUPERVISION

11.1 INTRODUCTION

This plan outlines the steps and measures to be taken by Contractor so that all construction activities required for the construction and completion of the PLTU Unit 3 are carried out in a safe and hygienic manner consistent with proven good practice, and comply with all safety, security and health statues, laws, regulations, codes of practice and other things relevant to health and safety that may from time to time apply to the works.

SAFETY, SECURITY AND HEALTH MANAGEMENT PLAN CONSULTANT SUPERVISION

10.1 HEALTH AND SAFETY MANAGEMENT PLAN

10.1.1 INTRODUCTION

This plan outlines the steps and measures to be taken by Contractor and all element so that all construction activities required for the construction and completion of the PLTU Unit 3 are carried out in a safe and hygienic manner consistent with proven good practice, and comply with all safety, security and health statues, laws, regulations, codes of practice and other things relevant to health and safety that may from time to time apply to the works.

TESTING AND COMMISSIONING CONSULTANT SUPERVISION

9.1 GENERAL

The Consultant, with the active involvement of local Consultant's staff shall advise and assist PLN on all aspects of Commissioning supervision within the PLN scope of responsibility.

9.2 SCOPE

Such advice and assistance described in the forgoing shall include, but not be limited to :

CONSTRUCTION SUPERVISION CONSULTANT SUPERVISION

8.1 GENERAL

To supervise the contractor's project execution activities, PLN signed a contract with the Consultant associated with a local Consultant to obtain services, which includes the construction supervision service.

QUALITY ASSURANCE AND INSPECTION CONSULTANT SUPERVISION

7.1 GENERAL

The equipment and system to be supplied by contractor shall undergo tests to verify that the components will satisfy all the performance requirements as specified in the codes, standards and the contract. All equipment tests shall be conducted in accordance with the codes and standards specified in the contract. Any equipment performance test not covered by codes and standards specified in the contract shall be subject to the review and approved by PLN.

PROJECT SCHEDULE AND COST CONTROL CONSULTANT SUPERVISION

6.1 PROJECT PLANING AND CONTROL DOCUMENTS

Project planning and control documents are prepared to define the policies, practices,' procedures design criteria and instruction applicable to the planning and control Of the project. These documents have controlled distribution, with periodic review and updating.

ADMINISTRASION PROCEDURES CONSULTANT SUPERVISION

5.1 GENERAL

5.1.1 Purpose

This procedure is written with the aim of ensuring that information is channeled in an appropriate manner. This procedure details administrative functions associated with project communications. It does not apply to Contractor’s engineering documents or to minutes of meeting.

5.1.2 Scope and Application

This procedure covers all forms of internal and external communications and applies to all members of the Project.

The communication procedure applies to letters, correspondence, transmittals, telephone communications between PLN Site and the Consultants included PLN organizations, project team members and other correspondence associated with the Project and proceed at the Construction Site Office.